Biaya makan di luar naik 2%, tertinggi dalam 3 tahun

  • 分享
Biaya makan di luar naik 2%, tertinggi dalam 3 tahun

Menurut statistik yang dirilis Dirjen Bujet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), indeks harga konsumen (CPI) untuk Mei 2018 meningkat 1,66% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di antaranya, kategori “Serbaneka” yang meningkat paling banyak disebabkan oleh naiknya sumbangan pajak tembakau; biaya makan di luar bertambah 2,17%, mencatat rekor tertinggi untuk tiga tahun terakhir; kenaikan harga minyak internasional juga meninggikan ongkos transportasi dan telekomunikasi; sementara harga susu dan telur juga meningkat, namun harga sayur dan buahan anjlok karena produksi berlebihan.

DGBAS menganalisis, dihitung dari pengeluaran rata-rata per keluarga setinggi NT$ 80.000, konsumsi setiap bulan bertambah NT$ 1.312.

Pakar beranggapan, skala kenaikan sebenarnya lebih rendah dari yang diprediksi, dan apakah produksi sayur dan buahan yang berlebihan bisa diteruskan, akan mempengaruhi pengembangan harga barang seterusnya.

Berdasarkan kecenderungan harga barang yang termasuk stabil ini, para pakar memperkirakan, Bank Sentral mungkin hanya akan menyiapkan kenaikan suku bunga di paruh tahun kedua.

Editor: Maidin Hindrawan

Biaya makan di luar naik 2%, tertinggi dalam 3 tahun
社群回應
PChome會員回應